Aku adalah seorang paling malas se dekade ini, paling susah
diatur, paling di benci orang-orang di sekitarku. Banyak dari mereka selalu
menjauhiku , itu juga karena aku yg memulai. Aku seperti ini karena aku hidup
dalam kemanjaan. Hidup dengan kekayaan yg menurut orang-orang ayahku bisa beli
semua yg ada di bumi ini. Itu lah yg menyebabkanku menjadi anak yg manja.
Dikelas aku terkenal sebagai anak yg
suka buat onar. Suatu saat diriku berfikir, sepertinya aku tidak penting di
mata mereka, aku engga harusnya terlahir di dunia ini. Tapi yah sudahlah aku
juga masa bodo sama mereka. Aku sebenernya
malas di kelas terlalu banyak beban di otakku yang aku rasakan. Tapi ada
sesuatu yang membuatku terus berangkat
ke sekolah. Yah, Ve. Cewek paling cantik di kelas, idaman semua pria. Dia
seseorang yang membuatku terus berangkat sekolah. Cuma dia yg mau aku ajak
ngobrol juga. Tapi walaupun diliat dari mukapun kayaknya dia jijik melihatku.
Hari demi hari terlewat, tak terasa aku udah mengijak kelas 2
sma, meskipun dengan semua nilai yg pas dengan KKM. Hari demi hari aku merasa
ada yg aneh juga dengan bumi ini. Bumi ini tiap hari makin gelap entah apa,
tapi seperti biasa gw menanggapinya dengan biasa saja.
Saat bel pelajaran masuk seperti biasa pelajaran dimulai
biasa dan aku juga menanggapinya dengan biasanya menganggapi. Angin kencang
berhembus melalui jendela kelas yang tak biasa membuat isi kelas berhamburan
kertas. Ada apa ini kenapa bumi terasa aneh pada hari ini. Kabut tebal memasuki
jendela kelas yang membuat semua murid tergeletak. Kenapa seperti ini? Apa yang
sebenarnya terjadi disini dalam hatiku sambil ketakutan, sebelum aku terserang
kabut hitam tadi aku lari turun keluar sekolah. Banyak semacam mahluk aneh turun
di bumi, aku tidak tau mahluk apa itu tapi, itu membuatku takut. Aku lari
memasuki hutan yang ada di belakang sekolah. Mahluk-mahluk itu menculik semua
manusia di dalam gedung sekolah itu. Tanpa kusadar Ve juga di culik. Aku
bingung harus berbuat apa. Aku hanya bisa berdiri melihat seseorang yang
kucintai di culik oleh mahluk-mahluk itu.
Aku menusuri tapak bumi yang sudah tak berbentuk lagi.
Dimana sebagian hutan dan bangunan seperti terbakar oleh asap hitam tadi. Aku
tak tau harus kemana, harus berbuat apa. Diperjalan seorang pria menghapiriku.
Sembari membisikkan ke telinga ku dia berkata, datanglah ke Gedung Monang nanti. Aku ter diam sejenak saat ku
tengok ke belakang orang itu sudah tiada. Dalam benakku berkata siapa pria itu
tadi. Lalu aku juga terkejut, ternyata masih ada orang yang hidup di tempat
ini.
~~~~To Be Bersambung~~~~
~~~~Insya Alloh Liris Tiap Minggu~~~~